Minggu, 21 Agustus 2011

Kajian cara mempersiapkan pertimbangan alat dan bahan sablon


KAJIAN CARA MEMPERSIAPKAN PERTIMBANGAN  ALAT DAN BAHAN SABLON

A. Kajian Teori
            Sablon  disebut  juga  Screen  Printing diartikan “ cetak  saring”, yaitu  proses cetak mencetak  dengan  menggunakan  saringan khusus. Saringan tersebut sejenis  kasa, biasanya terbuat  dari bahan  nylon atau  polister. Perbedaan  dengan  cetak  mencetak  sistem  lain, seperti offset, letterpress,  maka  cetak saring  ini  mempunyai   kesederhanaan dalam  peralatan  juga  pembiayaannya relatif  murah. Tetapi ada beberapa kelebihan dari cetak saring ini, diantaranya bisa mencetak pada
Bahan plastik, kayu, kulit, kain, kaos, aluminium, kaca, dan jenis lainnya.
            Hasil  sablon  terjadi  karena  cat   yang  disaputkan  ada  saringan  (screen),  sebagian akan tertahan  disebabkan  adanya  motif  screen  yang   tertutup,  dan  sebagian lagi  menembus  motif  terbuka   lalu  menempel diatas  media  yang  disablon;  maka  terjadilah  gambar  yang diinginkan
            Cara membuat bahan afdruk dengan  bahan selatin dan kromatin merupakan sesuatu yang  bahannya hampir alami, karena selatin harus di tuang kedalam air yang mendidik dengan suhu kurang lebih 100 o C dan kromatin dilarutkan dengan air dingin atau air panas keduanya dicampur dengan perbandingan 9 : 1. Kelemahan bahan ini  adalah hasil  klise sulit  dihapus dan kelebihan  klise  ini sangat  kuat. Proses pengafdrukan dilakukan sama  dengan  yang  menggunakan  diasol akan tetapi cara perataan selatin ( sifat selatin lebih  cair ) lebih  sulit.
Bahan  lain yang sudah nama; diasol, photosol, ulano, dibagi  menjadi 2 yaitu basis air dan  basis  minyak
            Terbentuknya  motif  screen atau  gambar  screen terbuka dan  tertutup pada  cetakan  kain kasa (screen)  terbentuk  melalui  tiga  cara:
  1. Cara  afdruk.
  1. Siapkan alat dan bahan terutama (bisa kromatin, diasol, photosol, ulano dengan campuran sensitiser)
  2. Gunakan palet atau sejenisnya untuk meratakan bahan no 1 tersebut kedalam screen.
  3. Setelah rata keringkan ditempat yang gelap dengan menggunakan hairdryer.
  4. Persiapkan film/gambar dan screen yang siap disinari (perhatian jangan sampai kena sinar sebelum disusun seperti urutan dibawah no 6 karena kalau kena sinar maka akan mengeras berarti gagal.
  5. Susun diatas meja berkaca dengan bawah kaca ada lampu neon 20 watt jumlah 3.
  6. Susun dengan urutan dari bawah lampu - kaca - film/gambar - screen yang sudah dikeringkan - kain hitam - busa - penindik(bebas asal rata)
  7. lakukan penyinaran selama 7 menit
  8. Setelah penyinaran selesai dalam 7 menit matikan lampu bongkar susunan tadi.
  9. Cuci dengan air yang mengalir keras/semprotkan air
  10. Sampai bersih bagian yang lemah hilang hingga menjadi bersih.
  11. Keringkan  segera menggunakan hair dryer agar screen menjadi keras.
  12. Selesai sudah proses afdruk
  13. Cek bagian yang tidak sempurna bisa disempurnakan dengan menusir/menambal dengan bahan afdruk
b. Cara menempelkan  lapisan   berlubang.
c.  Cara  menggambar  langsung  pada  screen


Cara mencuci klise yang sudah dipakai:
  1. Siapkan klise yang sudah kotor.
  2. Basahi atau tidak dibasahi dengan air
  3. Menyiapkan bahan pencuci /pembersih screen (ulano 5, photosol remower, kaporit, soda api, baiclien dan sejenis lainya
  4. Tuangkan bahan pencuci/pembersih pada no 3 diatas ilih salah salah satu.
  5. Diamkan selama 5 menit.
  6. Gosohlah dengan kain ketika waktunya lebih 5 menit.
  7. Proses pengosokan  ditentukan oleh  hasil tingkat kebersihan.
  8. Cucilah dengan air/dibilas
  9. Ulangi ketika pencucian itu masih gagal sampai maximal bersihnya.
  10. Ketika proses pencucian tidak berhasil cobalah menggunakan M4/M3 yang dicampur dengan soda/sabun detergen.
  11. Setelah itu bilas dengan air  bersih

Rencana Gambar
      Langkah pertama dalam    proses  cetak saring (sablon) dimulai dengan   merencanakan  gambar (desain). Yakni  corak  apa  dan  bagaimana  yang  yang diinginkan.  Dengan perencanaan yang teliti, baik dan mantap akan menentukan keberhasilan bentuk sablonan nanti.
      Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan gambar atau corak untuk screen printing tersebut :
·         Menentukan ukuran yang diinginkan.
·         Menentukan jumlah warna yang dipakai.
·         Media atau jenis bahan apa yang akan disablon.
·         Bentuk gambar yang bagaimana, apakah gambar bebas, gambar hiasan (hiasan berkait atau mandiri ), teks, ataukah teks bervariasi.

Untuk menentukan rencana gambar itu, ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama pemesan membawa contoh atau rencana gambar yang sudah jadi. Terhadap kemungkinan pertama ini kita tinggal beberapa langkah untuk menindak lanjutankannya. Kemungkinan kedua pemesan minta dibuatkan rencana gambar. Pemesan umumnya meminta secara lisan atau dengan coretan  coretan kasar tentang apa yang diinginkannya. Untuk itu dituntut kemampuan kita dalam menampung keinginan tersebut.
            Bagi yang sudah terbiasa menggambar atau memadukan gambar dengan huruf dan sejenisnya, pekerjaan itu tidak menjadi masalah. Tetapi bagi kita selaku pemula, untuk melaksanakan pekerjaan itu dirasakan berat dan sulit. Tetapi kita coba, akhirnya kitapun berhasil !!!!!
            Beberapa hal yang patut kita perhatikan untuk merencanakan gambar :
a.       Komposisi gambar
Komposisi gambar merupakan keserasian, menyatunya pengaturan gamabar baik teks juga warna. Untuk membuat menarik, tentukan apa yang menjadi titik pokok sebagai penekan utama. Apakah gambarnya atau teksnya. Keseimbangan dalam keseluruhan patut diperhatikan pula.
( gambar menara eifiel dan gambar mobil )
b) Proporsi, format   dan  kedudukan media  gambar
      Dalam  membuat  perbandingan  yang  serasi  antara  media   dengan    yang     akan  disablonkan, penggambaran  perlu  tahu  media    apa  yang  akan digunakan (sablon) itu. Berapa  ukuran  dari  gambar sablon itu perhatikan gambar   dibawah ini.
      Karena  kurang teliti terhadap beberapa   ukuran  kaos,  yang sebenarnya  ada beberapa ukuran  seperti S (small), M (medium) L, LL, XL, dan sebagainnya,.  Bila  barang itu  sudah  ada  dalam ukuran jadi, maka waktu pelaksanaan penyablonan nanti akan terjadi hasil sablon dengan keadaan ada yang tepat(pas), kekurangan media dan atau kelebihan.


c) Sudut Pandang Isi Gambar
      Gambar yang kita bikin nanti apakah akan memperlihatkan pandangan jauh pandangan dekat ataukah perspektif. Apakah bentuk senyatanya atau mungkin hanya lambang lambang saja. Dan isi gambar itu apakah manusia, benda hidup lainnya atau sekedar huruf huruf yang bervariasi, dan sebagainya.

d) Penuangan Gambar
      Dalam proses cetak mencetak kita kenal bentuk gambar kedalam beberapa penuangan:
·         Penuangan Bentuk Garis
·         Penuangan Bentuk Raste
·         Penuangan Bentuk Kombinasi (garis dan raste)

Bentuk Garis
      Gambar gambar   yang   dituangkan  dalam  bentuk  garis  maupun  blok (pewarnaan rata) apakah itu tarikan garis lurus atau lengkung. Disini  garis  atau pewarnaan yang berbeda  satu  dengan  lainnya.




B. Kajian  Alat
            Peralatan  yang dipakai  dalam  keterampilan sablon  biasanya  terbuat  dari  bahan dari  kayu, besi, karet dan  bahan  sintetis lainnya. Diantaranya  adalah :
  1. Meja  cetak (kayu atau  kaca)

  1. Screen (  Saringan sejenis kasa   biasanya  terbuat  dari  bahan Nylon, atau  polister) Screen basis minyak ayaman yang lazim ada antara  ukuran 100 keatas ( 120, 140, 160, 180 dan 200).  Screen  basis  air ayaman yang dipakai  kira-kira 100 kebawah adalah 65, 55, 45, bahkan ada  ukurannya 25.




  1. Rakel (alat untuk pengosok)



  1. Tempat pengering/ ruang  gelap.



  1. hair Driyer.

  1. Perangkat  afdruk ( kaca, papan, kain/kertas hitam/ busa, kaca,  cahaya, atau  lampu neon 20 watt X 3




  1. Penyemprot  air

            8. Gabus/Busa


            9. Sumpit/lidi



            10. Kain.

            11. Wadah/tempat pencampur

     12. Tusir



            13. Gunting, Cuter (besar  dan  kecil)



            14. Penindih



            15. Pengaris.



16. Dan lain-lain


C. Bahan
1.      Basis Minyak
a.       Cat  cetak/ tinta cetak ((merek  cut dan epi, ( cat untuk stiker); Cemani (Plastik yang keras);  toyo( untuk plastik lembek), dsb))



b.      Bahan  untuk  membuat  gambar (kromatin/ ulano 133./122, diasol  kain/ diasol  stiker.




c.       Minyak  pengencer: M3, M4, Terpentin, Tinner



Bahan untuk  membersihkan  cat  M3, M4, Terpentin, Tinner

d.      Bahan untuk menghancurkan  gambar  pada  screen (ulano 5, jaya sol, ulano  8,  soda api,  kaporit, byclean dsb).

Basis  Air (rubber/vasday + sendi + gleserin + emolsifer + Binder)
e.       Rubber 100%
f.       Rabber 90%
g.      Vasday





h.      Sendi / pewarna
i.        Emulsifer /pengental

j.        Gleserin/ pelicin/ pengencer




k.     Bahan  untuk membuat gambar afdruk ( kromatin/ ulano 133/Tz)



l.        Binder (penguat)
m.    Bahan untuk  memebersihkan  cat (pasta) air/  kain  basah.
n.      Bahan untuk menghancurkan  gambar  pada  screen (ulano 5, jaya sol, ulano  8,  soda api,  kaporit dsb)