KAJIAN CARA MEMPERSIAPKAN PERTIMBANGAN ALAT DAN BAHAN SABLON
A. Kajian Teori
Sablon disebut juga Screen Printing diartikan “ cetak saring”, yaitu proses cetak mencetak dengan menggunakan saringan khusus. Saringan tersebut sejenis kasa, biasanya terbuat dari bahan nylon atau polister. Perbedaan dengan cetak mencetak sistem lain, seperti offset, letterpress, maka cetak saring ini mempunyai kesederhanaan dalam peralatan juga pembiayaannya relatif murah. Tetapi ada beberapa kelebihan dari cetak saring ini, diantaranya bisa mencetak pada
Bahan plastik, kayu, kulit, kain, kaos, aluminium, kaca, dan jenis lainnya.
Hasil sablon terjadi karena cat yang disaputkan ada saringan (screen), sebagian akan tertahan disebabkan adanya motif screen yang tertutup, dan sebagian lagi menembus motif terbuka lalu menempel diatas media yang disablon; maka terjadilah gambar yang diinginkan
Cara membuat bahan afdruk dengan bahan selatin dan kromatin merupakan sesuatu yang bahannya hampir alami, karena selatin harus di tuang kedalam air yang mendidik dengan suhu kurang lebih 100 o C dan kromatin dilarutkan dengan air dingin atau air panas keduanya dicampur dengan perbandingan 9 : 1. Kelemahan bahan ini adalah hasil klise sulit dihapus dan kelebihan klise ini sangat kuat. Proses pengafdrukan dilakukan sama dengan yang menggunakan diasol akan tetapi cara perataan selatin ( sifat selatin lebih cair ) lebih sulit.
Bahan lain yang sudah nama; diasol, photosol, ulano, dibagi menjadi 2 yaitu basis air dan basis minyak
Terbentuknya motif screen atau gambar screen terbuka dan tertutup pada cetakan kain kasa (screen) terbentuk melalui tiga cara:
- Cara afdruk.
- Siapkan alat dan bahan terutama (bisa kromatin, diasol, photosol, ulano dengan campuran sensitiser)
- Gunakan palet atau sejenisnya untuk meratakan bahan no 1 tersebut kedalam screen.
- Setelah rata keringkan ditempat yang gelap dengan menggunakan hairdryer.
- Persiapkan film/gambar dan screen yang siap disinari (perhatian jangan sampai kena sinar sebelum disusun seperti urutan dibawah no 6 karena kalau kena sinar maka akan mengeras berarti gagal.
- Susun diatas meja berkaca dengan bawah kaca ada lampu neon 20 watt jumlah 3.
- Susun dengan urutan dari bawah lampu - kaca - film/gambar - screen yang sudah dikeringkan - kain hitam - busa - penindik(bebas asal rata)
- lakukan penyinaran selama 7 menit
- Setelah penyinaran selesai dalam 7 menit matikan lampu bongkar susunan tadi.
- Cuci dengan air yang mengalir keras/semprotkan air
- Sampai bersih bagian yang lemah hilang hingga menjadi bersih.
- Keringkan segera menggunakan hair dryer agar screen menjadi keras.
- Selesai sudah proses afdruk
- Cek bagian yang tidak sempurna bisa disempurnakan dengan menusir/menambal dengan bahan afdruk
c. Cara menggambar langsung pada screen
Cara mencuci klise yang sudah dipakai:
- Siapkan klise yang sudah kotor.
- Basahi atau tidak dibasahi dengan air
- Menyiapkan bahan pencuci /pembersih screen (ulano 5, photosol remower, kaporit, soda api, baiclien dan sejenis lainya
- Tuangkan bahan pencuci/pembersih pada no 3 diatas ilih salah salah satu.
- Diamkan selama 5 menit.
- Gosohlah dengan kain ketika waktunya lebih 5 menit.
- Proses pengosokan ditentukan oleh hasil tingkat kebersihan.
- Cucilah dengan air/dibilas
- Ulangi ketika pencucian itu masih gagal sampai maximal bersihnya.
- Ketika proses pencucian tidak berhasil cobalah menggunakan M4/M3 yang dicampur dengan soda/sabun detergen.
- Setelah itu bilas dengan air bersih
Rencana Gambar
Langkah pertama dalam proses cetak saring (sablon) dimulai dengan merencanakan gambar (desain). Yakni corak apa dan bagaimana yang yang diinginkan. Dengan perencanaan yang teliti, baik dan mantap akan menentukan keberhasilan bentuk sablonan nanti.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan gambar atau corak untuk screen printing tersebut :
· Menentukan ukuran yang diinginkan.
· Menentukan jumlah warna yang dipakai.
· Media atau jenis bahan apa yang akan disablon.
· Bentuk gambar yang bagaimana, apakah gambar bebas, gambar hiasan (hiasan berkait atau mandiri ), teks, ataukah teks bervariasi.
Untuk menentukan rencana gambar itu, ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama pemesan membawa contoh atau rencana gambar yang sudah jadi. Terhadap kemungkinan pertama ini kita tinggal beberapa langkah untuk menindak lanjutankannya. Kemungkinan kedua pemesan minta dibuatkan rencana gambar. Pemesan umumnya meminta secara lisan atau dengan coretan coretan kasar tentang apa yang diinginkannya. Untuk itu dituntut kemampuan kita dalam menampung keinginan tersebut.
Bagi yang sudah terbiasa menggambar atau memadukan gambar dengan huruf dan sejenisnya, pekerjaan itu tidak menjadi masalah. Tetapi bagi kita selaku pemula, untuk melaksanakan pekerjaan itu dirasakan berat dan sulit. Tetapi kita coba, akhirnya kitapun berhasil !!!!!
Beberapa hal yang patut kita perhatikan untuk merencanakan gambar :
a. Komposisi gambar
Komposisi gambar merupakan keserasian, menyatunya pengaturan gamabar baik teks juga warna. Untuk membuat menarik, tentukan apa yang menjadi titik pokok sebagai penekan utama. Apakah gambarnya atau teksnya. Keseimbangan dalam keseluruhan patut diperhatikan pula.
( gambar menara eifiel dan gambar mobil )
b) Proporsi, format dan kedudukan media gambar
Dalam membuat perbandingan yang serasi antara media dengan yang akan disablonkan, penggambaran perlu tahu media apa yang akan digunakan (sablon) itu. Berapa ukuran dari gambar sablon itu perhatikan gambar dibawah ini.
Karena kurang teliti terhadap beberapa ukuran kaos, yang sebenarnya ada beberapa ukuran seperti S (small), M (medium) L, LL, XL, dan sebagainnya,. Bila barang itu sudah ada dalam ukuran jadi, maka waktu pelaksanaan penyablonan nanti akan terjadi hasil sablon dengan keadaan ada yang tepat(pas), kekurangan media dan atau kelebihan.
c) Sudut Pandang Isi Gambar
Gambar yang kita bikin nanti apakah akan memperlihatkan pandangan jauh pandangan dekat ataukah perspektif. Apakah bentuk senyatanya atau mungkin hanya lambang lambang saja. Dan isi gambar itu apakah manusia, benda hidup lainnya atau sekedar huruf huruf yang bervariasi, dan sebagainya.
d) Penuangan Gambar
Dalam proses cetak mencetak kita kenal bentuk gambar kedalam beberapa penuangan:
· Penuangan Bentuk Garis
· Penuangan Bentuk Raste
· Penuangan Bentuk Kombinasi (garis dan raste)
Bentuk Garis
Gambar gambar yang dituangkan dalam bentuk garis maupun blok (pewarnaan rata) apakah itu tarikan garis lurus atau lengkung. Disini garis atau pewarnaan yang berbeda satu dengan lainnya.
B. Kajian Alat
Peralatan yang dipakai dalam keterampilan sablon biasanya terbuat dari bahan dari kayu, besi, karet dan bahan sintetis lainnya. Diantaranya adalah :
- Meja cetak (kayu atau kaca)
- Screen ( Saringan sejenis kasa biasanya terbuat dari bahan Nylon, atau polister) Screen basis minyak ayaman yang lazim ada antara ukuran 100 keatas ( 120, 140, 160, 180 dan 200). Screen basis air ayaman yang dipakai kira-kira 100 kebawah adalah 65, 55, 45, bahkan ada ukurannya 25.
- Rakel (alat untuk pengosok)
- Tempat pengering/ ruang gelap.
- hair Driyer.
- Perangkat afdruk ( kaca, papan, kain/kertas hitam/ busa, kaca, cahaya, atau lampu neon 20 watt X 3
- Penyemprot air
8. Gabus/Busa
9. Sumpit/lidi
10. Kain.
11. Wadah/tempat pencampur
12. Tusir
13. Gunting, Cuter (besar dan kecil)
14. Penindih
15. Pengaris.
16. Dan lain-lain
C. Bahan
1. Basis Minyak
a. Cat cetak/ tinta cetak ((merek cut dan epi, ( cat untuk stiker); Cemani (Plastik yang keras); toyo( untuk plastik lembek), dsb))
b. Bahan untuk membuat gambar (kromatin/ ulano 133./122, diasol kain/ diasol stiker.
c. Minyak pengencer: M3, M4, Terpentin, Tinner
Bahan untuk membersihkan cat M3, M4, Terpentin, Tinner
d. Bahan untuk menghancurkan gambar pada screen (ulano 5, jaya sol, ulano 8, soda api, kaporit, byclean dsb).
Basis Air (rubber/vasday + sendi + gleserin + emolsifer + Binder)
e. Rubber 100%
f. Rabber 90%
g. Vasday
h. Sendi / pewarna
i. Emulsifer /pengental
j. Gleserin/ pelicin/ pengencer
k. Bahan untuk membuat gambar afdruk ( kromatin/ ulano 133/Tz)
l. Binder (penguat)
m. Bahan untuk memebersihkan cat (pasta) air/ kain basah.
n. Bahan untuk menghancurkan gambar pada screen (ulano 5, jaya sol, ulano 8, soda api, kaporit dsb)
